Pergelutan 35 MW

target yang besar yang direncanakan presiden dan wakil presiden untuk membangun kelistrikan di wilayah terluar dan perbatasan mulai menuai kontroversial. perdebatan juga terjadi antara mentri Rizal Ramli dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait kemampuan dan efisiensi jangka panjang
untuk perusahaan kelistrikan negara. ada benarnya jika akan membangun besar dan diperuntukan wilayah terluar dan perbatasan atau menyulam di daerah yang besar defisit dayanya tetapi ada benarnya juga pemikiran Rizal Ramli mengenai kewajiban pembelian PLN kepada semua pembangkit swasta yang ada di daerah tersebut, harus di rencanakan untuk pembangunan dengan kebutuhan yang ada pada daerah yang dituju. karena berdasarkan pengalaman nyata terdapat pembangkit kecil yang ada diwilayah kerja sumatera barat nyala tidak nyala akan memperoleh bayaran (pembelian dari PLN) tiap bulannya. dan hal itu mungkin sebagai langkah antisipasi pengeluaran besar yang kemungkinan melanda pln jika terlaksana 35 MW kedepannya. permasalahan besar juga pendapatan pln selama ini beku dalam bentuk piutang pelanggan, terjadi tunggakan besar yang dilakukan oleh masyarakat dan instansi seperti pemda dan tni polri, tidak mungkin dipaksakan untuk pembiayaan operasional yang besar, karena efisiensi yang dilakukan saat ini  berdampak langsung oleh pegawai seperti sppd dibatasi sehingga orang takut untuk melakukan perjalanan dinas karena sering nombok, dan Rapat koordinasi tidak dilakukan lagi di hotel dan tanpa komsumsi.
melihat tujuan lain dari Presiden dengan rencana tersebut adalah beliau memberikan target besar 35 MW jika ter realisasi hanyalah 20 MW maka itulah tujuannya, dengan target besar dengan harapan kerja dipaksakan untuk tercapai kerja tetapi jika tidak tercapai itulah realisasi yang terjadi hal tersebut menurut pengamatan dan pernyataan ini juga disampaikan oleh presiden langsung. hanya yang perlu di buat perjanjian ulang atau distandarkan lagi nilai beli kWh pln kepada pembangkit karena adanya subsidi hanya untuk menutup selisih pembayaran yang harusnya dibebankan oleh pelanggan tetapi ditanggung pemerintah. ini pemahaman secara umum yang diketahui. semoga semua pergelutan masalah pembangunan pembangkit 35MW cepat mendapatkan titik tengah dan cepat ter realisasi.

0 comments:

Post a Comment

silahkan isikan komen anda