Idul Adha 2015 berbeda

Selamat malam,
Sebelum kita menguraiakan tulisan ini saya mengucapkan selamat Hari Raya Idhul Adha untuk yang merayakannya, mohon maaf lahir dan batin.



Tahun 2015 ini terulang kembali hal unik diantara kaum muslim di Indonesia, seperti tahun sebelumnya kaum muslim yang memiliki kelompok pengajian memiliki perbedaan keyakinan tentang waktu pelaksanaan Hari Raya seperti contohnya saat ini adalah Hari Raya Idul Adha. Seperti yang kita ketahui di Indonesia ini terdapat banyak sebut saja kelompok pengajian, karena saya tidak mau menyebutnya sebuah aliran karena terkesan terkelompok kelompok seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Naksambandiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia dan lain lain. Pada tahun ini diawali pada tanggal 22 September 2015 telah dirayakan Hari Raya Idul Adha oleh kelompok pengajian Naksabandiyah yang terkenal di Sumatera Barat, dan pada hari ini tanggal 23 September 2015 dirayakan Hari Raya Idul Adha oleh kelomok pengajian Muhammadiyah, dan untuk bertepatan pada tanggal 24 September 2015 dirayakan secara menyeluruh di seluruh negri. terkait itu bisa disebut sebuah keyakinan yang mana orang tidak bisa memaksakan kehendak, dan masing masing memiliki teori perhitungan tanggalnya bahkan dapat membuktikan buktinya.

sebagai Rakyat Indonesia kita harus saling menghormati dan toleransi itulah kita dan kita harap tetap bersatu dengan Nama Islam dan Indonesia, jangan jadikan perbedaan itu sebagai jalan perpecahan semoga kita selalu didalam lindungannya.

Beberapa keuntungan dan kerugian jika terjadinya perbedaan hari dalam perayaan sebuah momen>

Keuntungan.
1. dalam dunia pekerjaan tidak terjadi kevakuman, tetap ada yang standby di tempat kerja
2. Fasilitas umum harian masih tersedia seperti bensin eceran tetap buka. karena seperti hari Raya Idul fitri yang serentak kita harus setok BBM agar tidak kesulitan dalam pembelian saat hari H.
3. Suasana Ramenya bertahan Lama
4. Pekerja yang berbeda bisa ikutan libur atau bekerja setengah hari


Kerugiannya.
1. Untuk perantau susah melaksanakan cuti
2. momenya tidak terasa besar karena terpecah pecah perayaannya.
3. Waktu silaturahmi menjadi Ragu karena adanya orang yang melaksanakannya berbeda dengan kita
4. Pemegang jabatan susah memberikan kputusan untuk Libur dan tidaknya sebuah pekerjaan


0 comments:

Post a Comment

silahkan isikan komen anda